Muslim Brotherhood Encyclopedia (11)

Konsep Negara Menurut Ikhwanul Muslimin

29 Jan 2026

Publication Thumb

ISBN: 978-9948-737-81-0

AED 30

Get your PDF: Max 3 downloads within 5 days

Available in other languages:

Ikhwanul Muslimin telah menyatakan permusuhannya terhadap negara nasional Arab sejak awal berdirinya, sebagai batu loncatan menuju jalan pemerintahan, Ikhwanul Muslimin melawan asas dan prinsip modernisasi, karena bertentangan dengan asas karakter religiusitas kelompok mereka, dan prinsipprinsip yang membatasi islam dan merampas perhitungan Ikhwanul Muslimin. Semestinya kita tidak boleh tertipu oleh perkembangan dan perubahan apa pun pada wacana yang memberikan impresi bahwa kelompok tersebut sudah berdamai dengan eksistensi politik modern dan beradaptasi dengan prinsip dan pondasi modern. Semua itu hanyalah bagian dari tipu daya dan muslihat, dengan tujuan untuk memperoleh simpati dan bantuan untuk mereka mencapai kekuasaan, seperti yang akan dijelaskan kepada kita melalui ide-ide dasar visi ikhwanul muslimin terhadap negara, yaitu visi yang bertentangan dengan orientasi kecenderungan rasional, cemerlang, modern dan internasionalisme nasional.

Sesungguhnya teks-teks dasar Islamisme berhubungan dengan konsep negara mereka, menolak keberagaman, dan cenderung kepada keyakinan bahwa diri mereka memiliki kebenaran mutlak, oleh karena itu tidak mungkin bagi mereka untuk tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar kewarganegaraan dan hidup berdampingan. Namun kita dapat mengatakan bahwa penggunaan kekerasan terhadap orang lain yang dilakukan oleh mereka yang meyakini ideologi ini adalah hal yang pasti, dan cepat atau lambat pasti akan terjadi. Islamisme adalah visi agama yang komprehensif, politis dan dinamis terhadap agama, meyakini adanya model pemerintahan yang telah dipersiapkan sebelumnya dan harus diterapkan dan diikuti oleh setiap muslim. Mereka tidak diperbolehkan mengikuti model lain yang bukan dari mereka, sekali pun model tersebut juga digambarkan sebagai Islam.

Konsekuensi yang diakibatkan oleh peristiwa tahun 2011 menyingkapi secara komparatif dengan penelitian-penelitian dari beberapa ahli tentang teori Ikhwanul Muslimin yang bertentangan dengan konsep kewarganegaraan, terpisah dari ide-ide dasar kelompok Ikhwanul Muslimin, barangkali pernyataan-pernyataan kelompok tersebut dan praktiknya dengan beberapa kelompok berada dalam konteks ini, tanpa diragukan lagi bahwasanya hal tersebut menunjukkan penelitian-penelitian itu tidak memiliki tempat dalam mengekspresikan perilaku kelompok Ikhwanul Muslimin pada pertempuran politik.